Hari Pertama: Pemahaman Awal dan Sosialisasi
Dimulai dengan pre-test, sosialisasi pemilu siswa, serta literasi tentang pemilu, regulasi, dan tugas penyelenggara. Siswa juga dikenalkan dengan dua pasangan calon ketua-wakil OSIS yang akan berkampanye.
Hari Kedua: Suasana Kampanye
Dua pasangan calon tampil menyampaikan visi, misi, dan program. Siswa antusias memberi dukungan, mencatat ide kampanye, hingga memberikan pertanyaan kritis. Suasana benar-benar menyerupai proses kampanye nyata.
Hari Ketiga: Simulasi Pemilihan
Pada Senin, 1 September 2025, suasana sekolah berubah seperti Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ada bilik suara, kotak suara, hingga petugas layaknya KPPS. Siswa menggunakan hak pilih mereka untuk memilih pasangan calon terbaik.
Hari Keempat: Perhitungan Suara
Siswa tidak hanya mencoblos, tetapi juga belajar proses demokrasi secara transparan. Mereka menyaksikan penghitungan suara, mencatat hasilnya, hingga membuat mading tentang hasil pemilu.
Hari Kelima: Refleksi dan Harapan
Puncak kegiatan diisi dengan konferensi pers pasangan terpilih. Mereka menyampaikan pesan, kesan, serta harapan untuk masa depan OSIS. Siswa juga membuat karya tulis bertema “Demokrasi JUARA: Jujur, Umum, Amanah, Rahasia, Aktif, dan Responsif untuk Masa Depan Sekolah”.
Pendidikan Demokrasi Sejak Dini
“Lewat simulasi pemilihan, siswa belajar berdemokrasi dengan sehat dan bermartabat. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi generasi yang kritis, adil, dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.
Hasil Capaian Projek
- Memahami konsep pemilu dan kepemimpinan demokratis
- Mengasah keterampilan berargumentasi dan berpikir kritis
- Melatih komunikasi publik melalui kampanye
- Mengalami langsung simulasi pemilu
- Menghasilkan karya tulis reflektif tentang demokrasi
Dengan suasana riang namun serius, projek ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas IX dalam memahami sekaligus menghidupi nilai-nilai demokrasi.
Dokumen Pendukung :