KEGIATAN KOKURIKULER : PROJECT BASED LEARNING [PjBL] KELAS 8

SMP N 3 Bantul
0

SMP Negeri 3 Bantul kembali menghadirkan pembelajaran berbasis kearifan lokal melalui Projek Based Learning (PJBL) Kelas VIII dengan tema “Melestarikan Cerita Rakyat Daerah”. Kegiatan ini berlangsung pada 28 Agustus – 3 September 2025 dengan rangkaian aktivitas kreatif yang melibatkan literasi, seni peran, produksi karya, hingga pementasan drama.

Hari Pertama: Studi Literatur dan Bedah Naskah

Kegiatan dimulai dengan pre-test, studi literasi cerita rakyat, hingga analisis unsur intrinsik drama. Para siswa kemudian membedah naskah dan menyusun skenario drama, sekaligus membagi peran penting seperti sutradara dan penulis naskah.


Hari Kedua: Pemilihan Pemeran dan Tim Produksi

Pada sesi ini, siswa melakukan casting untuk menentukan aktor dan aktris yang akan tampil di panggung. Selain itu, dibentuk pula tim produksi yang bertugas menyiapkan properti, musik, hingga tata panggung. Diskusi pembagian tugas berjalan hangat, penuh antusiasme siswa.

Hari Ketiga: Latihan dan Produksi Karya

Siswa berlatih mini drama sambil menyiapkan berbagai kebutuhan pementasan. Properti, ilustrasi musik, desain panggung, dan kostum mulai dipersiapkan. Mereka juga membuat poster dan video trailer sebagai bentuk promosi pementasan.

Hari Keempat: Gladi Bersih dan Evaluasi

Seluruh tim melakukan gladi bersih mini drama di panggung literasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi agar pementasan berjalan lancar. Siswa juga masih melanjutkan latihan dan penyempurnaan properti.

Hari Kelima: Pementasan Cerita Rakyat

Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu, 3 September 2025, saat siswa menampilkan mini drama di hadapan guru dan teman-teman. Setelah pementasan, mereka melakukan refleksi bersama dan mengerjakan post-test sebagai evaluasi akhir projek.


Membentuk Kreativitas dan Kolaborasi

Melalui projek ini, siswa tidak hanya belajar memahami cerita rakyat sebagai warisan budaya daerah, tetapi juga mengembangkan keterampilan seni peran, produksi karya, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Kepala SMP Negeri 3 Bantul, Joko Sulistya, M.Pd., M.Hum., menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas siswa. 

“Cerita rakyat adalah cermin kearifan lokal. Dengan projek ini, siswa tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga belajar berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Suasana pembelajaran tampak hidup. Siswa bergembira, berlatih serius, dan berkreasi penuh semangat untuk menampilkan karya terbaik. Projek ini membuktikan bahwa pembelajaran bisa dikemas menarik sekaligus menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.


Dokumen Pendukung :


#SMPN3Bantul #SekolahBudayaMendunia #PJBL #CeritaRakyat #DramaDaerah #ProfilPelajarPancasila #Kolaborasi #Kreativitas

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top