WORKSHOP PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM

SMP N 3 Bantul
0

Suasana ruang pertemuan SMP Negeri 3 Bantul pada Kamis, 4 Desember 2025, terasa berbeda dari biasanya. Para guru tidak sekadar duduk mendengarkan paparan, tetapi larut dalam diskusi, mencatat ide, dan saling berbagi praktik. Hari itu, Komunitas Belajar SMPN 3 Bantul menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana pembelajaran seharusnya dirancang: lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Kegiatan komunitas belajar ini menghadirkan Angga Kristiyajati, S.Si., M.Pd., Widyaiswara BBGTK DIY, yang mempresentasikan materi Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam. Materi ini menjadi jawaban atas tantangan guru dalam menerjemahkan kurikulum ke dalam praktik pembelajaran yang benar-benar berdampak pada murid.


Dalam paparannya, Angga menekankan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) bukanlah soal menambah beban administrasi, melainkan mengubah cara pandang. Guru diajak memahami kembali tujuan utama pendidikan, yaitu menumbuhkan profil lulusan yang utuh, meliputi keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

“Perencanaan pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari kesadaran mengapa materi itu penting dan bagaimana murid mengalaminya,” ungkap Angga. Karena itu, prinsip pembelajaran mendalam harus berpijak pada tiga hal utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Diskusi kemudian mengalir pada pengalaman belajar murid yang ideal, yakni melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru tidak lagi sekadar menyampaikan materi, tetapi merancang pengalaman belajar yang memungkinkan murid berpikir, mencoba, dan menilai kembali proses belajarnya sendiri.


Tak kalah penting, sesi ini juga membahas kerangka pembelajaran mendalam yang mencakup praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar, serta pemanfaatan teknologi digital. Guru diajak melihat bahwa pembelajaran adalah kerja kolaboratif yang melibatkan murid, orang tua, komunitas, hingga mitra profesional.Pada aspek asesmen, Angga menegaskan bahwa asesmen dalam pembelajaran mendalam harus berkeadilan, objektif, dan edukatif. Asesmen tidak lagi menjadi alat penghakiman, melainkan sarana umpan balik untuk mendorong pertumbuhan murid dan perbaikan pembelajaran.

Kegiatan komunitas belajar ini juga menjadi ruang praktik. Para guru SMPN 3 Bantul mulai berlatih menyusun perencanaan pembelajaran dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta mendiskusikan bagaimana rancangan tersebut tetap bersifat kolaboratif di tingkat satuan pendidikan, namun dimiliki secara individual oleh setiap guru.

Kepala SMPN 3 Bantul, Joko Sulistya, M.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa komunitas belajar ini merupakan bagian dari ikhtiar sekolah untuk membangun budaya belajar guru yang berkelanjutan.

“Pembelajaran mendalam menuntut guru untuk terus belajar. Melalui komunitas belajar, guru tidak berjalan sendiri, tetapi bertumbuh bersama,” ujarnya.

Kegiatan pada 4 Desember 2025 ini menjadi titik awal penting. Dari ruang komunitas belajar inilah, benih-benih pembelajaran mendalam disemai—diharapkan tumbuh menjadi praktik nyata di kelas, dan pada akhirnya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih manusiawi, relevan, dan bermakna bagi setiap murid SMPN 3 Bantul.


#KomunitasBelajar #SMPN3Bantul #PembelajaranMendalam #DeepLearningEducation
#GuruBelajar #PerencanaanPembelajaran #AsesmenBermakna #ProfilLulusan #TransformasiPembelajaran #MerdekaBelajar #GuruBergerak #SekolahBelajar #BBGTKDIY #PendidikanBerkualitas

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top