Simulasi diikuti oleh seluruh warga GABA (Guru, Administrasi, dan Siswa Bantul). Rangkaian kegiatan meliputi edukasi kebakaran, simulasi evakuasi, pengenalan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Seluruh peserta dilatih untuk tetap tenang, tidak panik, dan mengutamakan keselamatan diri serta orang lain. Kepala SMP Negeri 3 Bantul, Joko Sulistya, M.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa simulasi ini penting sebagai upaya preventif sekaligus edukatif bagi warga sekolah.
“Melalui simulasi tanggap bencana kebakaran ini, kami ingin memastikan seluruh warga sekolah memahami prosedur keselamatan, mengetahui jalur evakuasi, serta mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegas beliau.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak tertib dan kondusif. Para siswa mengikuti arahan guru dan tim dengan penuh kesungguhan. Simulasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membentuk sikap siaga dan budaya aman bencana di lingkungan sekolah.
Dengan kegiatan ini, SMP Negeri 3 Bantul menegaskan komitmennya sebagai Sekolah Budaya Mendunia yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli terhadap keselamatan, karakter, dan ketangguhan warganya.


