Upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan peduli kesehatan jiwa terus diperkuat di Kabupaten Bantul. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi dan Pendampingan Pelaksanaan Program Sekolah Sehat Jiwa (SSJ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. SMP Negeri 3 Bantul menjadi salah satu sekolah yang terlibat aktif dalam kegiatan ini. Berdasarkan undangan resmi Dinas Kesehatan Bantul tertanggal 19 Januari 2026, evaluasi dan pendampingan SSJ di SMPN 3 Bantul dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 11.00–13.30 WIB, bertempat di lingkungan sekolah. Turut hadir dalam kegiatan ini; Ibu Herlini Utari, M.Psi. P.Si (RS. Grasia), Ibu dr. Anastasya Endar Widyaningsih (Kepala Puskesmas Bantul 1), Ibu Misri (Dikpora Kabupaten Bantul) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul beserta jajarannya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut pelatihan Sekolah Sehat Jiwa tahun 2025. Fokus utama evaluasi adalah presentasi progres pelaksanaan SSJ pascapelatihan, khususnya terkait realisasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun oleh sekolah. Melalui forum ini, sekolah diberi ruang untuk merefleksikan capaian, tantangan, serta praktik baik yang telah dilakukan. Selain itu, agenda penting lainnya adalah paparan hasil skrining kesehatan jiwa serta gambaran tindak lanjut hasil skrining yang disampaikan oleh Tim Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJ Grhasia DIY. Paparan ini menjadi dasar penting bagi sekolah untuk memahami kondisi psikososial peserta didik secara lebih komprehensif dan terarah.
.jpeg)
Kegiatan evaluasi dan pendampingan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Di SMPN 3 Bantul, peserta kegiatan terdiri atas kepala sekolah, guru terlatih SSJ 2025, siswa terlatih SSJ, serta perwakilan tim kesehatan jiwa sekolah. Sinergi lintas sektor turut diperkuat dengan kehadiran unsur pengawas SMP, Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Dinas Kesehatan, serta RSJ Grhasia DIY. Kepala SMPN 3 Bantul, Joko Sulistya, M.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa Program Sekolah Sehat Jiwa merupakan bagian penting dari upaya sekolah dalam menciptakan iklim belajar yang mendukung kesehatan mental peserta didik.
“Sekolah tidak hanya bertugas mengembangkan aspek akademik, tetapi juga memastikan kesehatan jiwa siswa terjaga agar mereka dapat tumbuh dan belajar secara optimal,” ungkapnya.
Melalui kegiatan evaluasi dan pendampingan ini, SMPN 3 Bantul berharap implementasi Sekolah Sehat Jiwa semakin terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi seluruh warga sekolah. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan instansi terkait menjadi kunci dalam membangun budaya sekolah yang peduli, inklusif, dan ramah kesehatan jiwa.
#SekolahSehatJiwa #SSJ2026 #SMPN3Bantul #KesehatanJiwaSekolah #SekolahRamahAnak #WellbeingSiswa #PeduliKesehatanMental #SekolahInklusif #BantulSehat #LingkunganBelajarAman #KolaborasiPendidikan