SMP Negeri 3 Bantul sebagai salah satu sekolah budaya di Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan kokurikuler bagi seluruh murid. Kegiatan kokurikuler ini dilakukan mulai tanggal 31 Agustus hingga 4 September 2026. Tema kegiatan dibagi menjadi tiga kategori yang berbeda pada setiap kelasnya. Salah satunya adalah kegiatan kokurikuler kelas VII yang bertema eksplorasi batik Nusantara. Kegiatan kokurikuler ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi murid untuk mengenal, memahami, dan mempraktikkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Kegiatan kokurikuler ini terintegrasi dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya pada materi Keberagaman Masyarakat Indonesia. Melalui batik, murid diajak memahami bahwa Indonesia memiliki banyak keberagaman budaya yang tercermin dalam berbagai motif, corak, warna, serta karakteristik batik dari berbagai daerah. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan yang perlu dihargai dan dilestarikan oleh para generasi muda.
Pada hari pertama dan kedua, murid belajar mengintegrasikan pembelajaran berbagai mata pelajaran dengan tema batik Nusantara. Dalam pembelajaran IPS, murid mengeksplorasi keberagaman batik sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Murid dapat melihat bahwa perbedaan kondisi daerah, perbedaan kehidupan masyarakat, perbedaan nilai-nilai budaya, serta perbedaan tradisi turut serta menghasilkan keragaman motif dan karakter batik. Selanjutnya, pada hari ketiga murid membuat cap batik sederhana menggunakan kardus bekas secara individu. Dua pola terbaik dari setiap kelompok kemudian dipilih untuk digunakan dalam pembuatan pola batik menggunakan malam dan kain mori. Pada hari terakhir, murid melakukan proses pewarnaan secara berkelompok. Kegiatan tersebut tentunya akan memberikan pengalaman dan pembelajaran secara langsung kepada murid bahwa keberagaman dapat diwujudkan melalui kreativitas dan karya seni budaya.
Kegiatan
ini mendukung SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas yaitu melalui pembelajaran
yang menumbuhkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta penghargaan
terhadap keberagaman budaya. Kegiatan juga berkaitan dengan SDG 11, yaitu
melalui upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya. Dalam konteks materi IPS
tentang Keberagaman Masyarakat Indonesia, kegiatan eksplorasi batik membantu
murid memahami bahwa keberagaman budaya merupakan salah satu kekayaan bangsa
yang harus dijaga bersama. Selain itu, penggunaan kardus bekas sebagai bahan
pembuatan cap sederhana turut mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi
yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali bahan yang sudah tidak
terpakai.
Melalui
kegiatan “Eksplorasi Batik Nusantara”, murid diharapkan tidak hanya mengenal
batik sebagai sebuah karya seni, tetapi juga memahami maknanya sebagai
representasi keberagaman masyarakat dan budaya Indonesia. Perbedaan motif dan
karakter batik dari berbagai daerah menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia
memiliki tradisi dan budaya yang beragam, namun tetap berada dalam satu
identitas sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia. Kegiatan ini sekaligus
menjadi bentuk nyata SMP N 3 Bantul sebagai sekolah budaya dalam menanamkan
sikap bangga terhadap keberagaman, menghargai perbedaan, bekerja sama, serta
memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya bangsa. Dengan demikian,
pembelajaran IPS tidak hanya berlangsung melalui materi di kelas, tetapi juga
melalui pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan dan kebudayaan masyarakat
Indonesia.
Penulis: Bidayatul Hidayah

